Mengintip Keseksian Alam Darajat-Garut
HL | 04 September 2011 | 22:46
lahan pertanian Darajat-Garut. Docpri
Darajat juga menyimpan
Potensi keindahan alam yang tidak kalah dibandingkan dengan Lembang
atau Ciwidey Bandung. Bahkan bagi saya sendiri, daerah ini
menyimpan kelebihan keindahan alamnya karena bukan milik PT Perkebunan
Nusantara seperti kebanyakan daerah pegunungan lainnya yang banyak
ditumbuhi dengan tanamah teh. Hal inilah yang membuat Darajat menjadi
daerah yang sangat seksi dan cantik, tidak hanya indah saja. Hamparan
pertanian penduduk sepanjang bukit-bukitlah yang membuat alam Darajat
terlihat sangat seksi.
The Real of Garut Tourism
Jalan Raya Samarang
sepanjang 17 Km menuju Darajat di bangun sebagai hasil kerja sama antara
PT. Chevron, Pertamina, PT. Indonesia Power serta pemerintah Daerah
Garut. Kini Jalan Raya Garut-Samarang-Pasirwangi-Darajat yang dulunya
tak pernah absen dari lubang-lubang, sangat memadai untuk dilalui.
Melalui jalan Samarang juga melintas kendaraan-kendaraan yang menuju
Hotel Resort dan Spa Sampireun dan Rumah Makan ala Kampung Mulih ka
Desa.
Tahun 2010-2011, potensi
wisata alam dan air panas Darajat menemukan momentumnya. Melalui akses
jalan yang bagus dan berbagai fasilitas wisata air panas dan outbond
yang dibangun oleh investor lokal, Darajat telah menjelma menjadi satu
nama dengan ikon baru. Darajat bukan hanya sebagai tempat pengeboran gas
alam yang digunakan sebagai sumber listrik untuk penerangan Jawa-Bali,
namun juga sebagai tempat tujuan wisata baru di Daerah Garut. Gaungnya,
walaupun tidak sebesar nama Cipanas-Garut namun kini menjadi salah satu
tujuan wisata dari berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya
(Jakarta, Banten dan beberapa di daerah Jawa), hal tersebut dapat
dilihat dari plat kendaraan, mulai dari motor, kendaraan pribadi, maupun
bis wisata.
Menurut catatan dari petugas
Kawah Darajat yang didukung oleh data penduduk setempat, Kolam renang
air panas yang terdapat di Darajat pada dua tahun lalu hanya 2 tempat,
namun kini berkembang menjadi enam tempat kolam renang, 3 di antaranya
terdapat waterpark dan waterboom dan tempat outbond. Barangkali hal
inilah yang menarik para turis lokal begitu penasaran terhadap tempat
tersebut. Di daerah pertanian dan pegununungan biasa tanpa akses
lanjutan (tidak ada jalur lintasan lanjutan seperti puncak Bogor atau
Cipanas Cianjur) kok ada tempat-tempat wisata yang ditawarkan
oleh wisata alam yang ditawarkan tempat wisata yang sudah terkenal
seperti Lembang Bandung.
Hal ini barangkali yang
membuat pengunjung Darajat Membludak saat libur lebaran tahun ini.
Menurut catatan warga yang sempat saya ajak ngobrol, sepanjang 7 km
antara Palnunjuk dan Darajat hingga jam 11 malam terjadi
kemacetan.
Alamnya yang Seksi
Bagi saya, alam
Darajat adalah alam yang sangat seksi. Keseksian ini ditunjukan oleh
panorama alam yang ditawarkan oleh daerah pegunungan dan wisata tidak
seperti pada umumnya. Jika daerah-daerah dataran tinggi kebanyakan
selalu berwarna hijau rata dengan tanaman sejenis yaitu teh yang
dikelola oleh PTPN, tidak seperti halnya Darajat.
Sepanjang Jalan Darajat kita
disuguhi oleh petak-petak pertanian warga setempat yang ditanami oleh
berbagai macam sayuran mulai dari kentang, cabe, kol, burkoli, tomat,
wortel dan lain-lain dengan kondisi yang berbeda-beda, ada sudah
dipanen, ada yang baru akan di panen, ada yang sedang ditanami, ada yang
masih hijau. Hal tersebut memberikan warna warni tersendiri bagi
penglihatan kita. Hal inilah yang membuat panorama tersebut begitu
sangat seksi. Setiap perbukitan yang kita lalu selalu memberikan warna
yang beragama. Seolah-olah kita berada dalam hamparan pertanian besar
yang dikelola warga.
Pemandangan ini memberikan
nilai yang berbeda dibandingkan saat memandang hamparan pohon-pohon teh
yang sewarna saat kita melewati Puncak dimanapun. Ini menjadi daya tarik
tersendiri yang ditawarkan oleh alam Darajat. Ciri khas kampung
pegunungannya sangat terasa, bahkan saat para petani menggelar hasil
pertaniannya di pinggir jalan begitu terasa indahnya. Benar-benar alam
yang masih asli.
Namun tentu bukan itu saja,
saat wisatawan masuk daerah Palnunjuk (belokan dari arah Samarang)
menuju arah Melati (sebelum Pasirwangi), kita akan disuguhi hamparan
pesawahan yang hijau dan berunduk. Rasanya tidak kalah eksotiknya dengan
Pesawahan Ubud Bali yang sering di tayangkan televisi. Kita akan
benar-benar disuguhi oleh pemandangan yang cantik dan seksi.
Wisata Air Panas dan Outbond
Kamera Kamera Lowbet, pengambilan gambar
tidak bisa dilanjutkan, gambar ini diambil dari fb Darajat puncak Pas
Sementara Kolam Renang
lainnya, adalah kolam renang yang menjadi fasilitas bagi bungalow/ hotel
resort/ restoran. Kita menyewa bungalow dengan fasilitas kolam renang
air panas, namun bisa juga jika kita hanya menggunakan fasilitas air
panasnya saja dengan biaya Rp. 10.000. Di lokasi ini juga terdapat
lokasi Outbond. Pada lokasi kedua ini, kita sudah mulai disuguhi oleh
panorama alam pertanian yang tidak terganggu oleh perumahan penduduk.
Satu wisata air panas lagi merupakan fasilitas dari Restoran yang berada
di tengah-tengah antara Km 1 dan Puncak Darajat.
Kolam Renang lainnya yang
cukup ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah adalah WIsata air
Panas Darajat Puncak Pass 1 dan Darajat Puncak Pass 2. Selain terdapat
kolam renang lengkap dengan waterpark dan waterboomnya, kedua lokasi
tersebut dilengkapi dengan wisata outbond. Untuk masuk ke kolam
Renangnya cukup dengan harga Rp. 10.000,-. Sementara satu
lokasi wisata air panas berada di antara Darajat Puncak Pas 1 dan 2, di
lokasi ini pengunjung dapat menikmati Motor ATP.
Agar pengunjung dapat
menikmati keseksian alam Darajat dengan orgasmenya, baiknya pengunjung
langsung menuju Wisata air Panas Puncak Darajat Pass 1. Dari sini semua
hamparan pertanian yang berhektar-hektar luasnya dapat dengan jelas kita
nikmati, benar-benar eksotik. Pengunjungpun dapat menikmati lokasi
wisata air panas lainnya dengan guyuran ember raksasa dan lokas
pengolahan gas alam menjadi listrik milik PT Chevron di seberang bukit
lainnya. Lokasi ini dapat dikatakan lokasi yang paling kumplit dan luas
dengan berbagai fasilitasnya.
“Nu ieu mah nu Haji
Dollar sadayana oge Sep,”ujar pedagang yang masih penduduk daerah
tersebut.
Pedagang tersebut mengatakan
bahwa Kolam Renang Puncak Pass tersebut miliknya Haji Dollar sebagai
sebutan dari H. Asep, pemiliki hektaran lokasi pertanian di daerah
Pasirwangi dan Darajat. Karena sudah banyaknya uang, ia dipanggil dengan
sebuatan Haji Dollar oleh warga.
Kawah Darajat
Selain alam dan air
Panasnya, di daerah ini juga terdapat 2 Lokasi Kawah yang
cukup besar. Yang pertama di Darajat 4 dan kedua di Darajat 5. Hanya
saja yang dibuka untuk warga di lokasi hanya Darajat 4. Untuk menuju
kawah tersebut kita harus menyusuri jalan sepanjang 1 km dari lokasi
wisata air Darajat Puncak Pass menuju daerah proyek galian gas alam PT.
Chevron. Kawah ini tidak dibuka untuk umum pada hari-hari biasa,
begitupun pada hari libur dan lebaran tahun kemarin. Hanya saja untuk
tahun ini karena Proyek di sekitar kawah sudah selesai untuk sepuluh
hari sejak hari Kamis (01/09/11) dibuka selama sepuluh hari. Alasan
lainnya, menurut penjaga kawah, karena daerah tersebut belum aman untuk
dikunjungi jika tanpa dampingan petugas, ke wilayah kawah masih banyak
binatang buas. Di samping jalan yang dilalui menuju kawah terdapat Piva
Gas Besar juga karena masih banyaknya proyek galian gas alam yang belum
selesai di lokasi tersebut sehingga sering banyak kendaraan besar proyek
yang melintas. Sementara untuk lokasi Kawah yang berada di
lokasi Darajat 5 sama sekali tidak boleh dilalui sama sekali tertutup
bagi pengunjung.
Di lokasi
Kawah Darajat 4 terdapat beberapa kawah besar, saat penulis melewati
jalan setapak menuju kawah terdengar bunyi letupan seperti kendang dari
kawah yang tertutupi oleh rawa-rawa. Saat sampai kawah besar kita akan
disuguhi oleh asap yang dikeluarkan kawah tersebut. Kawah tersebut lebih
menyerupai kolam air panas mendidik yang dipenuhi kabut saat musim
dingin.
Mancing Telur di Kawah mendidih
Jika di kelola dengan baik,
dengan alamnya yang masih perawan, kawah tersebut akan banyak mengundang
wisatawan baik lokal ataupun asing, karena di tempat tersebut selain
terdapat sumber air panas juga terdapat sumber air bersih yang langsung
bisa diminum. Bisa jadi menjadi tempat berkemah jika dikelola dengan
baik, karena di lokasi kawah terdapat hamparan lapanga bertanah putih
yang dijadikan tempat bercengkrama pengunjung.
Danau
Selain terdapat kawah,
sekitar 500 meter ke arah proyek yang sedang dikerjakan oleh PT. Chevron
juga terdapat Situ (Danau) yang cukup besar. Di sebut situ oleh warga
karena ukurannya lebih besar dari kolam ikan (orang sudan menyebutnya
balong). Menurut penjaga kawah, Danau tersebut hanya bisa dikunjungi
oleh warga setempat saja yang sudah mengetahui lokasinya baik untuk
kepentingan memancing ataupun yang mengambil kayu-kayu kering di lokasi
tersebut. Sayang sekali saya tidak bisa mengunjungi Danau tersebut
karena masih tertutup. Namun dalam bayangan saya, ke depan, jika
pemerintah setempat serius membangun tujuan wisata di daerah Garut,
Danau tersebut dapat menjadi alternative Hotel Resort seperti halnya
Sampireun apalagi dibantu dengan pemandangan yang sangat elok dan seksi.
Tentu ini potensi yang sangat besar dalam mengembangkan wisata dan
hotel yang berbasi pemandangan alam.
Wisata Kuliner
Wilayah Lembang dan
Ciwidey cukup terkenal dengan wisata pertanian, di sepanjang Jalan
menawarkan wisata Strobery dengan petik sendiri. Barangkali hal ini
sudah menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Sepanjang jalan akan
selalu kita temukan kebun-kebun Strobery sebagai nilai plus dari wisata
kuliner di Bandung. Dengan hamparan pertanian subur dan lokasi yang
memadai, Darajat dapat meniru atau menyerupai lokasi Lembang atau
Ciwidey. Bahkan dengan melimpahnya hasil pertanian, penduduk setempat
dapat mencari tambahan dengan menjual hasil pertanian terbaiknya
langsung kepada pengunjung. Dengan kesegaran yang ditawarkan dari hasil
pertanian ini juga ke depan dapat dikembangkan kuliner-kuliner dadakan
sebagai ciri khas masakan Sunda. Untuk yang satu ini sangat
memungkinkan. Dengan potensi alamnya, pengembang dan peminat kuliner
dapat mulai melirik daerah ini.
Potensi Lain
Berbagai potensi-potensi
tersebut baik yang sudah dimiliki dan sudah ada ataupun baru rencana dan
belum tereksplorasi akan membantu terhadap promosi wisata di Garut
secara umum dan tentu saja untuk daerah Pasirwangi dan Darajat khususnya
sehingga dapat menjadi sumber penghasilan dan mata pencaharian bagi
penduduk setempat. Namun hal yang perlu di sadari dari daerah tersebut
adalah karena hampir seluruh wilayahnya dipenuhi dengan lahan pertanian,
lokasi tersebut menjadi rawan longsor. Belakangan pernah terjadi banjir
lumpur saat hujan besar. Hal ini tentu perlu diantisipasi oleh
Pemerintah terlebih jika ada investor dan orang luar yang berniat untuk
membangun villa-villa atau hotel yang tidak mengindahkan masalah AMDAL.
Hal ini akan menjadi potensi yang sangat merugikan masyarakat sekitar
alih-alih memberikan dampak positif.
Hal lainnya yang tidak
berkaitan dengan masalah alam, untuk kendaraan-kendaraan tua khususnya,
untuk berfikir ulang menggunakan kendaraannya hingga ke Puncak Pass,
karena jalanan cukup curam seperti halnya Nagreg. Alih-alih bisa sampai
ke atas malah sampai ke rumah sakit, karena kendaraan kita tidak kuat
naik sampai ke puncak Pass.
Menuju Darajat.
Untuk menuju Darajat dengan
kendaraan Pribadi, dari Arah Bandung menuju alun-alun tarogong, dari
alun-alun tarogong belok kanan menuju Garut Kota (Kalo arah kiri menuju
terminal Guntur/ Garut). Sekitar 500 meter dari tarogong di perempatan
Jalan Samarang ada penunjuk jalan menuju PT. Chevron belok Kanan.
Kendaraan langsung menuju Samarang, melewati subterminal Samarang menuju
Cibodas (kediaman Gita KDI), namun sebelum sampai Cibodas, kita belok
di perempatan Palnunjuk menuju Pasir Wangi. Dari Palnunjuk Belok Kanan,
jalanan sudah menanjak, dan akan terus menanjak.
Sedangkan bagi yang
menggunakan Angkutan Umum, dari arah Bandung/ Jakarta turun di terminal
Guntur Garut. Dari terminal Guntur Naik Angkutan Umum warna Hijau
(Terminal Guntur-Cibodas), turun di Subterminal Samarang. Dari
Subterminal Samarang naik angkutan Pedesaan warna kuning menuju Pasir
Wangi. Dari pemberhentian terakhir angkutan pedesaan tidak ada angkutan
umum, kita dapat menyewa jasa ojek yang nongkrong di daerah Pasirwangi.
Ongkos Rata-Rata Rp. 5000 untuk Angkutan Kota, sedangkan Ojek bisa
sampai 15.000.
Agar dapat ‘orgasme’ selama
menikmati alam Darajat, baiknya kita menggunakan kendaraan roda dua
(motor). Selain bisa lihat kanan kiri, menggunakan motor juga bisa
berhenti dimana saja untuk sekedar ambil gambar keelokan Darajat dan
sekitarnya. Sedangkan menggunakan kendaraan roda empat, akan mengurangi
eloknya alam Darajat karena sulit berhenti di mana saja, berhenti
sembarangan akan cukup memakan bahu jalan yang dapat mamacetkan jalanan
yang sedang penuh dilalui kendaran pengunjung, kecuali hari biasa.
Bagi yang pernah berkunjung
ke Darajat rasanya tidak lengkap jika tidak mengunjungi Kawah yang
hanya tidak dibuka setiap hari libur, hanya libur lebaran saja, bagi
yang belum dan berniat mengunjungi Darajat, persiapkan kendaraan agar
prima serta bawa perlengkapan penghangat dan jaket supertebal dan
penutup kepala jika berniat menginap di lokasi Darajat karena udaranya
yang superdingin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar